Bagian V: Beladiri Pencak Silat Sunur - Pariaman - Sumatera Barat - Part 3 Selesai



Teknik beladiri pencak silat sunur ini mungkin anda jarang sekali mendengarnya, tapi sekarang saya bagikan kepada anda beberapa teknik beladiri yang pernah dipelajari oleh seorang gurunya dan teknik beladiri itu dia bukukan.

Sekarang kita akan masuk kepada cara Menangkis, Menyambut dan menangkap senjata tajam atau tumpul, kita langsung saja:

1. Diwaktu serong kanan berdiri, ditusuk menggunakan pisau dengan sasaran perut atau dada, 
cara menangkis: ketika ditusuk tangan kiri dipukulkan pada tangan yang menusuk itu, ketika itu kaki kiri diangkat dan tubuh diputar kekiri dan tangan kanan posisi gunting, ketika pisau ditarik lawan, kaki kiri dilangkahkan kedepan hingga membuat posisi serong kiri.

2. Diwaktu serong kanan berdiri, ditusuk dengan menggunakan pisau sasaran rusuk atau dada, 
cara menangkis: ketika ditusuk tangan kanan dipukulkan pada tangan yang menusuk itu, ketika itu kaki kanan diangkat dan diputar kekanan dan tangan kiri posisi gunting, ketika pisau ditarik lawan, kaki kanan dilangkahkan kedepan hingga membuat posisi serong kanan atau bujur kanan.




3. Diwaktu bujur kanan berdiri, ditusuk dengan pisau dengan sasaran perut atau dada,
cara menangkis: ketika ditusuk tangan kanan dipukulkan dari atas kebawah dan diikuti oleh tangan kiri dari bawah hingga tangan yang menusuk itu tertangkap, ketika itu juga kaki kanan ditarik kebelakang dan tubuh diputar kekanan dan langsung membuat posisi berlutut dan tangan yang memegang pisau itu di injak dengan kaki kanan hingga pisau dapat diambil.

4. Diwaktu serong kanan berlutut, ditusuk dengan pisau sasaran dada
cara menangkis: ketika ditusuk dipukul dengan tangan kanan dari samping kanan kekiri hingga tiba pada pergelangan tangan yang memegang pisau itu dan tubuh diputar kekiri dan kaki kanan dilangkahkan hingga membuat posisi curie kanan berdiri.

5. Diwaktu curie kanan berdiri, ditusuk dengan pisau sasaran rusuk atau punggung,
cara menangkis: ketika ditusuk tubuh diputar balik kiri dan siku kiri dipukulkan dan tangan kanan dipukulkan pada tangan yang menusuk itu, selanjutnya membuat posisi serong kiri.

6. Diwaktu serong kiri berdiri, jarak lawan dekat, dibacok dari arah kiri sasaran rusuk kiri,
cara menangkis: bahu kanan lawan dipukul dengan tangan kanan, ketika itu tubuh diputar kekiri dan kaki kiri ditarik selanjutnya diluncurkan kebelakang melalui belakang kaki kanan kearah lawan, ketika lawan maju kaki kiri dilangkahkan kedepan hingga serong kiri dan lawan dalam keadaan posisi curie berdiri.


7. Diwaktu serong kiri berdiri dan lawan curie kiri berdiri, ketika itu lawan membacok dari depan kebelakang dengan berputar balik kanan dan kanannya ditarik kebelakang,
cara menangkis: bahu kanan lawan dipukul dengan tangan kanan, kaki kanan dilangkahkan kedepan dan ditambah satu langkah dengan kaki kiri dan tubuh diputar kekanan hingga balik kanan dan bahu lawan tetap ditahan ketika itu posisi serong kanan berdiri.

8. Diwaktu serong kanan berdiri jarak lawan dekat posisi bujur kanan, ketika itu lawan membacok dengan cara kaki kanan dilangkahkanny kedepan dan membacok dengan berputar kekiri dan kaki kiri ditariknya kebelakang,
cara menangkis: kaki kiri dilangkahkan kedepan dan ditambah satu langkah dengan kaki kanan dan tubuh diputar kekiri, ketika itu bahu kiri lawan dipukul dan ditahan, posisi serong kiri dan lawan posisi serong kanan berdiri ini biasa disebut dengan "pipik bairiang".

9. Diwaktu serong kiri berdiri, lawan posisi serong kanan berdiri dengan jarak dekat disebut "pipik bairiang", ketika itu lawan membacok dengan senjata tajam dari arah samping kiri,
cara menangkis: bahu kiri lawan dipukul dari arah belakang kedepan hingga lawan melangkahkan kai kirinya kedepan, lawan posisi curie kiri, ketika itu kaki kanan dilangkahkan kedepan dan ditambah satu langkah dengan kaki kiri dan tubuh diputar kekanan, ketika itu membuat posisi serong kanan dan lawan posisi curie kanan.

10. Diwaktu serong kanan berdiri, lawan curie kanan berdiri, ketika itu lawan membacok dengan cara berputar kekiri hingga balik kiri dan kaki kirinya ditarik kebelakang, 
cara menangkis: bahu kiri lawan dipukul dan ditahan dengan tangan kanan dan kaki kiri dilangkahkan kedepan dan ditambah satu langkah dengan kaki kanan dan tubuh diputar kekiri ketika itu posisi serong kanan disebut "pipik bairiang".

11. Diwaktu serong kanan berdiri, lawan serong kanan berdiri disebut "pipik bairiang", ketika itu lawan membacok dari arah kiri sasaran rusuk kiri,
cara menangkis: bahu kiri lawan dipukul dengan tangan kanan dan kaki kanan ditarik, selanjutnya lawan maju kedepan dan kaki kanan dilangkahkan kedepan pada arah lawan dan ditambah satu langkah dengan kaki kiri, ketika itu posisi serong kiri dan lawan posisi curie kiri jarak dekat.

12. Diwaktu serong kiri berdiri, lawan posisi curie kiri jarak dekat, ketika itu lawan membacok dengan cara memukul kekanan dengan sasaran rusuk kanan,
cara menangkis: diwaktu lawan memukul kekanan maka tangan kanan diayunkan melalui bwah pangkal lengan lawan dan membelit pada pangkal leher lawan dan tangan kiri menekan pada punggung lawan dan kaki kiri ditarik dan dipukulkan pada paha kaki kiri lawan ketika itu dibantingkan kedepan.


13. Keterangan - Apabila terjadi hal seperti nomor 12 terhadap diri kita bahwa kita yang tertangkap seperti itu dapat diatasi dengan cara dari posisi berdiri berubah menjadi berlutut dengan cara pada waktu mula ditangkap tubuh dijatuhkan, kaki kanan diusahakan menarik kebelakang hingga tidak dapat dibantingkan ketika itu posisi serong kiri berlutut

14. Diwaktu berbaring lawan berada disamping kiri dibagian atas pusat, ketika itu ditikam dengan sasaran leher,
cara menangkis: tangan kiri berada di "siponggok" dan tangan kanan lurus, kaki kiri lurus dan kaki kanan tegak lutut, ketika ditikam pangkal lengan kanan lawan dipukul dengan tangan kanan dan tangan kiri bertumpu pada kaki lawan dan tubuh diputar kekiri dan diluncurkan kebelakang selanjutnya membuat posisi berlutut.

15. Diwaktu serong kanan berdiri, ditusuk dengan pisau,
cara menangkis: Tangan yang menusuk itu ditangkap dengan tangan kanan dengan cara, pada waktu ditusuk tangan kanan diayunkan pada tangan yang menikam itu, hingga tiba pada pergelangan tanganya dan tang kiri ikut memegang tangan itu, ketika itu juga tubuh diputar kekiri dan kaki kanan dilangkahkan kecurie dan tangan tang menusuk itu dibawa keatas bahu kanan dalam keadaan telantang, jika perlu dipatahkan dengan cara menarik kebawah ketika itu posisi serong kanan.

16. Keterangan - Apabila terjadi hal seperti pada nomor 15 pada diri kita, bahwa kita yang ditangkap seperti itu dapat diatasi dengan cara kaki kiri dilangkahkan kedepan dan tubuh diputar kekanan, siku kiri ditumpukan pada bahu atau punggung lawan dan tangan kanan ditarik selanjutnya membuat posisi serong kiri.

17. Diwaktu curie kanan berdiri, ketika itu ditusuk, ditangkis curie kanan pulang keserong kanan.
dengan cara: tubuh diputar kekiri hingga balik kiri tangan kanan dipukulkan pada tangan itu dan siku kiri dipukulkan kekiri seketika berputar dengan maksud menyelamatkan rusuk dan ketika itu juga kaki kiri ditarik kebelakang membuat posisi serong kanan.

18. Diwaktu serong kanan berdiri ketika itu ditusuk atau dipukul ditangkis dengan gunting
dengan cara: ketika ditusuk tangan kiri ditangkiskan tubuh diputar kekiri dan kaki kiri ditarik dan luncurkan melalui belakang kaki kanan kearah lawan ketika itu tinju tiba pada kepala lawan dan selanjutnya tubuh dijatuhkan hingga kedua tangan tertumpu pada tanah pada saat itu kaki kanan ditendangkan pada lawan.

19. Keterangan - Apabila terjadi hal seperti nomor 18 pada kita dapat diatasi
dengan cara: ketika lawan meluncurkan kakinya pada kita, maka kaki kiri ditarik dalam keadaan tergantung ketika tinju hampir tiba ditangkis dengan dengan tangan kanan dan ketika lawan menjatuhkan tubuh kaki kiri dilangkahkan kedepan.


20. Diwaktu serong kiri berdiri, ketika itu dipukul dari atas dengan pisau atau kayu
cara menangkis: diwaktu pukulan itu diayunkan, kaki kakan dilangkahkan kedepan tangan kanan memukul pangkal lengan yang memukul itu dari bawah keatas dan ditambah satu langkah dengan kaki  kiri kedepan dan tangan kiri memukul pinggul lawan dan tangan kanan memukul dadanya dengan maksud dibantingkan kedepan.

21. Keterangan - Apabila hal seperti nomor 20 terjadi pada diri kita bahwa kita yang akan dibantingkan maka dapat diatasi
dengan cara: ketika kaki kiri lawan dimajukannya kedepan maka kaki kanan kita ditarik kebelakang, diwaktu akan dibantingkan, tangan kiri di "Siponggok" tubuh diputar kekanan dan dijatuhkan membuat posisi berlutut ketika akan menjatuhkan tubuh itu siku kiri dipukulkan pada tangan yang berada didepan dada kita.

22. Diwaktu serong kiri berdiri, ditusuk dengan pisau sasaran perut atau rusuk
cara menangkis: disambut serong kiri kembali ke kecurie kiri dengan cara ketika ditusuk, tubuh diputar kekanan dan tangan yang menusuk itu disambut dengan tangan kanan dari atas dan tangan kiri dari bawah, hingga tiba pada pergelangan tangannya dan kaki dibawa kecurie, jika perlu tubuh diputar kekanan hingga balik kanan, sambil mematahkan tangan lawan itu.

23. Keterangan - Apabila terjadi seperti nomor 22 bahwa kita yang tertangkap dan dipatahkan, maka hal itu dapat diatasi
dengan cara: ketika tangan kita tertangkap, diwaktu lawan membawa langkahnya kecurie, maka kita menambah satu langkah kedepan dengan kaki kiri, ketika itu juga tubuh diputar kekanan dan siku kiri ditumpukan pada lawan.

24. Diwaktu serong kanan berdiri ditusuk dengan pisau, sasaran perut atau dada
cara menangkis: disambut dengan tangan kanan kembali ke curie kanan dengan cara, ketika ditusuk tangan kanan dipukulkan pada tangan yang menusuk itu dan diikuti oleh tangan kiri dari arah atas hingga tangan kiri dari arah atas hingga tangan itu tertangkap dan tubuh diputar kekiri hingga membuat curie kanan dan tangan yang tertangkap itu dibawa keatas bahu kanan dalam keadaan telentang jika perlu dipatahkan.

25. Keterangan - Apabila terjadi seperti nomor 24 bahwa tangan kita yang akan dipatahkan lawan dapat diatasi
dengan cara: ketika tangan kita akan dibawa kecurie maka kaki kiri dilangkahkan kearah lawan dan ketika tangan kita dibawa keatas bahunya maka tubuh diputar kekiri dan siku kiri ditumpukan pada punggung lawan dan tangan kanan ditarik.

26. Diwaktu Bujur kanan berlutut, ditusuk dengan pisau
cara menangkis: diwaktu ditusuk tangan yang menusuk itu dipukul dengan tangan kanan dari atas samping kiri kekanan, ketika itu tubuh diputar kekanan dan kaki kiri dilangkahkan kedepan, ketika itu juga tanga kiri menahan bahu kanan lawan.

27. Diwaktu serong kiri berlutut dan lawan pun serong kiri berlutut dengan jarak dekat ketika itu lawan memukul dengan pisau sasaran leher atau rusuk sebelah kanan
cara menangkis: ketika pisau diayunkan dari kanan kepada kita maka tangan kanan dipukulkan dari bawah keatas.

Selesai sudah teknik beladiri pencak silat sunur pariaman sumatera barat ini, memang dalam bahasa yang ada dalam bukunya seperti yang saya tulis dan hanya sedikit sekali yang saya rubah namun tidak menghilangkan maknanya.




Bagian V: Beladiri Pencak Silat Sunur - Pariaman - Sumatera Barat - Part 2



Lama Sudah tidak posting, kali ini saya akan kembali melanjutkan materi dari teknik beladiri pencak silat ini. 

Cara Melakukan Pukulan dan Tangkisan dalam Teknik beladiri pencak silat

Contoh A dan B sama - sama berdiri pada posisi Serong Kanan

1. A menggayung B dengan kaki kiri dan kemudian B menyambutnya dengan tangan kanan dan kembali ke posisi curie kanan dengan cara kaki kanan dibawa kebelakang

2. A meninju dengan tangan kanan dan B menyambut dengan tangan kiri dari posisi curie kanan kembali menuju posisi serong kiri berlutut dengan cara balik kanan

3. B memukul dengan tangan kanan dengan langkah kedepan dan A menyambut dengan tangan kanan dari serong kiri menuju ke curie kanan, dengan cara bahu B dipukul dengan tangan kanan ketika itu kaki kiri ditarik dan badan diputar kekiri selanjutnya kaki kiri diluncurkan ke arah B




4. A curie kanan berlutut sedangkan B serong kanan berdiri, B menggayung dengan kaki kiri kemudian A menangkis menggunakan kaki dengan cara membaling telentang posisi selanjutnya Serong kanan duduk

5. B menggayung dengan kaki kiri dan B menangkis dengan kaki kiri, dengan cara menerjang pangkal paha kaki yang menggayung itu dan kaki kanan mengait kakanan B hingga B terjatuh posisi selanjutnya curie kiri.

6. A serong kiri berdiri dan B curie kiri duduk ketika itu A menggayung dengan kaki kanan dan B menangkis dengan kaki kiri dengan cara membaling telentang posisi selanjutnya serong kiri duduk

7. A menggayung dengan kaki kanan dan B menangkis dengan kaki kanan dengan cara menerjang dengan kaki kanan hingga tiba pada pangkal paha kaki yang menggayung itu dan kaki kiri dikaitkan pada kaki kiri B hingga jatuh.

8. B curie kanan berlutut dan A serong kanan berdiri, pada waktu itu A menggayung B dan B menangkis dengan cara membaling dengan kaki kanan telentang.

9. B curie kanan berlutut dan A serong kanan berdiri ketika itu A menggayung dan B menangkis dengan cara menebang kaki kanan, A dengan kaki kanan kebelakang ketika itu A menjatuhkan kaki kirinya kedepan hingga tiba pada samping kanan badan B dan A membuat posisi berlutut.

10. A serong kiri berlutut dan B curie kanan duduk, ketika itu A meninju B dan B menangkis dengan tangan kanan dengan cara ketika ditinju badan diputar balik kiri, tangan kanan dipukulkan tiba pada pangkal lengan kiri A.

11. B berbaring dan A serong kanan berlutut berada dibagian atas dari pusat disebelah kiri, ketika itu A meninju B, dan B menangkis dengan cara ketika ditinju tangan kanan dipukulkan pada bahu kiri B dan Siku kiri ditumpukan pada kaki B dan badan diputar kekiri selanjutnya badan diluncurkan kebawah.

12. A curie kanan berlutut dan B serong kanan berdiri ketika itu B menggayung dengan kaki kiri, kemudian A menangkis dengan cara ketika digayung oleh B maka badan dibungkukkan kedepan dan kaki kanan disepakkan ke kebelakang hingga tiba pada kaki kanan B dan B menjatuhkan kaki kirinya kesamping depan dan B menjatuhkan kaki kririnya kedepan pada samping kanan A dan ditambah satu langkah denagn kaki kanan ketika itu badan badan diputar balik kiri tangan kanan ditangkapkan pada leher A dan bahu kanan A ditekan dengan tangan kiri.

13. B serong kiri berdiri dan A bujur kanan ketika itu B menggayung A dan A menangkis bujur kembali ke bujur kaki tidak berubah dengan cara ketika sebelum digayung badan dimiringkan kekiri seolah - olah kita jauh dari B, ketika digayung tangan kanan dipukulkan dengan ayunan badan selanjutnya kembali ke serong kanan.

14. B ketika menggayung dipukul dadanya denagn tangan kanan ditangkis dengan cara tangan yang memukul itu ditepuk dua belah tangan didepan dada dengan maksud menangkap, ketika itu kaki kanan ditarik dan tergantung diwaktu tangan A ditariknya, maka kaki kanan dilangkahkan kedepan dan kedua tangan ditangkapkan pada leher A.

15. A lehernya dalam keadaan tertangkap posisi serong kanan dan B yang sedang menangkap posisi serong kanan A harus melepaskan dengan cara:

Diguyu kedua tangan diajukan kedepan dada B dengan isarat akan ditinjukan
Tangan kanan "disiponggok" kaki kiri diangkat dan badan diputar kekiri siku kanan dipukulkan dan kaki kiri diluncurkan melalui belakang kaki kanan ketika itu tangan kiri B ditangkap dengan cara dijepit dengan pangkal lengan kanan.

16. A Curie kiri berdiri dan badan diayunkan kedepan seolah olah B jauh karaknya dan tangan kanan disikudidi B serong kiri ketika itu B menggayung A dan A menangkis dengan cara ketika B menggayung badan diputar balik kanan dan tangan kiri tiba pada pinggul dan tangan kanan pada lehernya, ketika itu juga kaki kiri dilangkahkan kedepan jika perlu B dibantingkan kebelakangnya.

17. Apabila hal itu terjadi seperti diatas dapat diatasi denagn cara ketika A balik kanan B harus menarik kaki yang digayungkan itu hingga tergantung dan tangan kanan A disambut dengan dua tangan dengan cara ditepuk dan badan diputar kekanan kaki kanan yang sedang tergantung itu dujatuhkan pada samping kanan dan selanjutnya dapat pula kedua tangan A ditangkapkan pada leher B dan dapat dilanjutkan seterusnya "asal dalam barih jo balabeh asal dalam cupak jo gantang"

Sekarang kita akan masuk ke latihan Fisik

1. Latihan Fisik
A. Cara Menguasai Berat Tubuh
  • Berdiri dengan satu kaki selanjutnya melompat - lompat kedepan dan kebelakang ditambah dengan melompat kesamping kiri dan kanan lakukan ini secara rutin dan bergantian setiap hari.
  • Menendang kedepan dan belakang, dan upayakan dalam melakukan latihan ini dengan teman, ketika anda menendang kebelakang maka teman tadi mendorong dari arah belakang dan upayakan jangan sampai jatuh
  • Menendang, menggayung dan "membaling" lakukan gerakan ini dalam air setinggi pinggang, misalnya dalam sungai
  • Meninju, menebang dan memukul dalam air
  • Menyepak, pada waktu melakukannya kedua tangan ditumpukan pada tanah "yaitu dari berdiri menyepak menelungkup kedua tangan menumpu pada tanah" dengan cara bergantian.
  • Posisi curie duduk membaling telentang dari kiri kekanan dan dari kanan ke kiri yakni curie duduk kembali ke serong duduk
Selanjutnya nanti kita akan bahas mengenai senjata tajam,,,salam teknik beladiri ( martial arts ), teknik beladiri yang satu ini sangat bagus namun tidak dipertandingkan karena teknik beladiri pencak silat yang tulis ini sangat berbahaya kalau dipertandingkan.



Bagian V:Beladiri Pencak Silat Sunur - Pariaman - Sumatera Barat - Part 1



Kita akan kembali melanjutkan Teknik beladiri pencak silat, kali ini kita akan masuk kedalam Bagian Lima.

Teknik Memukul
  1. Pada bagian 3 telah dijelaskan dan disini akan lebih dijelaskan lagi, yang dimaksud tiap - tiap memukul kita mendekati yang dipukul, hingga berat badan pun ikut serta kepada yang dipukul itu.
  2. Ketika memukul nafas ditahan, hingga berat badan dapat dikumpulkan pada yang dipukulkan itu.
  3. Tiap - tiap memukul harus memilih bagian yang lemah pada target yang dipukul itu.
  4. Sebelum memukul terlebih dahulu telah memiliki perhitungan yang matang, jika datang pukulan, diwaktu memukul dan berubah posisi kemana dan begitu pula pukulan apasaja yang mungkin terjadi dari lawan.
  5. Tiap - Tiap memukul berat badan harus dapat dikuasai, misalnya diwaktu memukul dengan kaki pada waktu memukul tidak tiba pada sasarannya, hingga badan kita terbawa oleh kaki yang dipukulkan itu, seharusnya tidak terjadi apa - apa tetap berdiri dengan kuat.
  6. Tiap memukul dengan kaki pada waktu posisi serong atau bujur harus dengan bagian belakang.
  7. Tiap memukul dengan kaki diwaktu posisi kuda - kuda Curie harus dengan kaki yang dicuriekan itu.
  8. Tiap memukul harus ditarik kembali kecuali ditangkap lawan dan itu harus dilepaskan dengan pukulan.
  9. Tiap sesudah memukul harus membuat posisi yang betul sesuai dengan bentuk posisi yang telah dijelaskan.



Teknik Menangkis dan Menyambut
1. Teknik menangkis pada bagian III dan pada bagian lima ini akan lebih dijelaskan lagi, yang dimaksud dengan menangkis dan memukul adalah:
  • Menangkis dengan cara memukul dengan tangan
  • Menangkis dengan cara meninju
  • Menangkis dengan cara menggayung dengan kaki
  • Menangkis dengan cara menendang
  • Menangkis dengan cara membaling dengan kaki

Hanya bedangnya dengan memukul adalah menangkis harus berdasarkan pukulan itu dari arah mana datangnya.

2. Teknis menangkis juga sudah dijelaskan pada bagian III, dikatakan menangkis dengan sekaligus mengelak, ini wajib hukumnya yang dimaksud dengan mengelak adalah
  • Mengelak dalam arti kata yang seluas - luasnya hingga berubah dari titik berdiri semula dan tidak keluar dari pelajaran pencak silat ini.
  • Tiap menangkis harus merubah posisi misalnya dari serong ke posisi bujur atau dari curie ke posisi serong atau dari serong kiri menjadi posisi serong kanan.

3. Penjelasan Teknik Menangkis
Tiap - tiap menangkis tidak boleh melawan arah, diharuskan datangnya tangkisan searah, setidaknya - tidaknya dari samping atau dari atas atau dari bawah.

4. Penjelasan Teknik Menyambut
A. Teknik menangkis menyambut sama dengan menangkis yakni tiap - tiap menyambut tidak boleh berlwanan arah, harus searah, Contoh:
  • Ketika posisi serong kiri digayung dengan kaki, ketika gayung itu hampir tiba, maka tangan kiri diayunkan dengan cara serong dari arah lawan, seolah - olah datangnya tangan itu searah dengan datangnya kaki dan tangan kiri itu tiba pada tumit, kaki yang disambut dan tangan kanan tiba diatas punggung kaki itu juga dan kaki yang disambut itu dirapatkan pada perut kita.
  • Ketika posisi bujur kanan ditusuk dengan pisau sasaran rusuk kanan,  tangan kanan diayunkan dari atas kebawah dan kaki dimundurkan tersendirinya tibanya tangan yang menyambut serong hampir searah.
  • Kesimpulan tiap - tiap menyambut tangan atau kaki, yang menyambut datangnya harus searah tidak boleh berlawanan arah.




Bagian IV: Beladiri Pencak Silat Sunur - Pariaman - Sumatera Barat - Part 3



Postingan Kali ini kita kembali melanjutkan materi dari Teknik beladiri pencak silat sunur pariaman - sumatera barat, yang sebelumnya sempat saya alihkan kepada postingan yang lain, sekarang kita masuk kepada sub judul pada bagian IV ini.

Cara Menangkis Dan Menyambut Pada Waktu Posisi Berbaring

Serong Kiri Lawan Berada Dibawah Dari Pada Pusat
1. Menangkis terjang kaki kanan dengan cara: Kaki kanan diterjangkan pada pangkal paha kaki yang menerjang tersebut dan kaki kiri ditarik

2. Menangkis pukulan kayu dengan tangan caranya: Kaki kanan diterjangkan pada pangkal lengan yang memukul itu dan kaki kiri ditarik.

 Serong Kanan Lawan Berada Dibawah Dari Pada Pusat
1. Menangkis terjangan kaki kiri dengan cara: Kaki kiri diterjangkan pada kaki yang menerjang itu hingga tepat pada pangkal pahanya dan kaki kanan ditarik.




2. Menangkis Pukulan Kayu Dengan Tangan Caranya: Kaki kiri diterjangkan pada ttangan yang memukul itu hingga tepat pada pangkal lengannya dan kaki kanan ditarik

Serong Kiri Lawan Berada Diatas Dari Pada Pusat
1. Menangkis terjang, lawan berada di samping kiri dengan cara: Kedua tangan posisi "Siponggok", Ketika diterjang badan diputar kekiri, ketika itu siku tangan kiri ditumpukan pada kaki yang tidak menerjang dan siku kanan memukul betis kaki itu juga dan badan diluncurkan kebawah selanjutnya membuat posisi berlutut.

2. Menangkis terjang, lawan berada pada samping kanan dengan cara: Kedua tangan dalam keadaan posisi "Siponggok", ketika diterjang badan diputar kekanan, ketika itu siku kanan ditumpukan pada kaki yang tidak menerjang dan siku kiri dipukulkan pada betis kaki itu juga dan badan diluncurkan kebawah selanjutnya membuat posisi berlutut.

3. Menangkis tinju, lawan berada pada samping kiri dengan cara: tangan kiri pada posisi "Siponggok" dan tangan kanan lurus menurut badan, kaki kanan tegak lutut, ketika ditinju tangan kanan dipukulkan tiba pada bahu lawan, badan diputar kekiri, siku kiri ditumpukan pada kaki lawan, selanjutnya badan diluncurkan kebawah membuat posisi berlutut.

4. Menangkis tinju, lawan berada disamping kanan dengan cara: tangan kanan dengan posisi "Siponggok" dan tangan kiri lurus menurut badan dan kaki kiri tegak lutut, ketika ditinju tangan kiri dipukulkan tiba pada bahu lawan dan badan diputar kekanan, siku kanan ditumpukan pada kaki lawan dan badan diluncurkan kebawah membuat posisi berlutut.





Cara Melatih Kekuatan Tendangan - Part 2



Secara umum kita semua pastinya banyak mengenali berbagai macam teknik beladiri diseluruh dunia yang melakukan latihan untuk meningkatkan kekuatan tendangan dengan samsak, itu dilakukan dengan terus menerus sehingga samsak tersebut bergoyang agak jauh, bila sudah demikian itu artinya kekuatan tendangan anda bertambah, itu semua ditunjang oleh otot kaki yang kuat dan disini kita akan mencoba menggali metode latihan contohnya seperti jumping drill, berikut ulasan singkatnya:

1. Lari - lari dan kaki diangkat setinggi dada
Saya yakin anda sudah pasti tau bentuk gerakannya, ini sengaja saya buat menjadi yang pertama.

2. Squat
Gerakan ini adalah gerakan jongkok - berdiri dan bisa juga anda buat variasi gerakannya dengan seperti Jongkok - Tendang - Berdiri, Gerakan ini akan melatih otot kaki anda agar lebih kuat, tapi gerakan ini jangan terlalu sering dilakukan karena untuk menghindari penyakit turun berok, jadi bila anda melakukannya sekali - sekali tidak apa - apa.




3. Mengulangi Gerakan
Gerakan tendangan yang telah anda pelajari di Dojo, harapannya anda bisa mengulanginya dirumah agar anda terbiasa dengan gerakannya sehingga gerakan anda tidak kaku lagi.

4. Tahan Gerakan
Maksudnya adalah ketika anda memperagakan tendangan yang telah anda latih di Dojo, cobalah sekali - kali tahan gerakannya saat anda menendang tersebut agak beberapa lama.

5. Joging
Joging adalah kegiatan yang sangat penting sekali bagi para praktisi teknik beladiri, anda bisa melakukan latihan yang satu ini setiap pagi atau pun sore hari, karena ini akan mampu juga untuk melatih kekuatan tendangan

6. Cium Lutut
Gerakan ini bisa anda lakukan sedang berdiri ataupun sedang posisi duduk, karena gerakan ini akan melatih pinggang anda untuk bergerak.

7. Split
Latihan split juga bisa membantu untuk menambah kekuatan tendangan anda, kalau bisa upayakan gerakannya berubah-ubah, misalnya tengah, kiri dan kanan sambil mencium lutut anda.

8. Karet Ban Dalam
Karet ban dalam sepeda motor juga bisa anda gunakan sebagai alat untuk latihan tendangan anda, caranya anda tinggal ikat kaki anda dengan karet ban dalam tersebut dan kemudian ujung yang satunya lagi anda ikatkan pada sebuah tiang yang berada dibelakang anda, cobalah menendang objek yang ada dihadapan anda misalnya samsak, lakukan gerakan itu berulang - ulang maka hasilnya anda bisa rasakan sendiri.

Semua Gerakan diatas adalah untuk meningkatkan kekuatan pada bagian kaki anda, agar teknik beladiri itu pas dan tepat, karena kalau tidak tepat dalam penguasaan teknik beladiri ini maka anda akan mengalami cidera, begitulah pentingnya dalam untuk menguasai teknik beladiri itu.



Bagian IV: Beladiri Pencak Silat Sunur - Pariaman - Sumatera Barat - Part 2



Melanjutkan kembali materi yang sebelumnya yang sekarang kita akan masuk kedalam teknis menangkis dalam pencak silat (martial arts) sunur - minangkabau.

Aturan Menangkis dan Memukul Pada Posisi Duduk
Apabila kedua tangan terletak pada tanah, biasanya disebut sialt harimau dan memukul serta menangkis harus menggunakan kaki

Aturan Menangkis Pada Waktu Posisi Berbaring
Apabila lawan berada dibawah dari pada pusat maka menangkis atau menyambut harus menggunakan kaki, tapi apabila lawan berada pada posisi bagian keatas pusat maka menangkis atau menyambut harus menggunakan tangan.

Cara Menangkis Atau Menyambut Ketika Posisi Berlutut

1. Serong Kiri Berlutut
A. Menangkis hayung kaki kanan, serong pulang ke bujur dengan cara: kaki kanan diangkat badan dimiringkan kekiri dan kekanan, ketika itu tangan kiri dipukulkan pada kaki lawan dan kaki dilangkahkan kedepan, ketika itu tangan kanan dipukulkan pada dada lawan.




B. Menangkis Gayung Kaki Kiri. Serong pulang ke serong dengan cara: Kaki kanan diangkat badan dimiringkan kekiri dan kekanan ketika itu siku kanan dipukulkan kesamping dan kaki kanan dilangkahkan kedepan arah lawan.

C. Menangkis Tinju. Serong pulang ke bujur dengan cara: Kaki kanan diangkat tinju itu dipukul dengan tangan kanan dari bawah keatas, hingga sampai pada pangkal lengan lawan, ketika itu kepala ditundukan dan kaki kanan dilangkahkan kedepan arah lawan.

D. Menangkis Tinju. dari serong kiri pulang ke bujur kanan mundur dengan cara: Tinju itu dipukul dengan tangan kanan dari bawah keatas dan kaki kiri dipindahkan kebelakang hingga membuat bujur kanan.

E. Menangkis Tinju. Serong kiri pulang ke curie kiri dengan cara: Tinju itu dipukul dengan tangan kanan dari samping kiri dari bawah keatas dan kaki kiri ditarik dan badan diputar kekanan selanjutnya membuat posisi Curie Kiri.


2. Serong Kanan Berlutut
A. Menangkis dan menyambut pada waktu serong kanan berlutut, kebalikan dari pada cara pelaksanaan serong kiri berlutut


3. Curie Kanan Berlutut
A. Menangkis Gayung Curie pulang ke serong kanan dengan cara: bada diputar kekiri dan kaki kiri ditarik kebelakang ketika itu siku dipukulkan dengan maksud menyelamatkan rusuk kiri.

B. Menangkis gayung kaki, curie pulang ke serong kiri dengan cara: badan diputar kekiri ketika itu siku kiri dipukulkan, posisi tangan sungai pagu ( LIHAT BAGIAN I ), dan lutut kanan bertumpu pada tanah, kaki kiri tegak lutut.

C. Menangkis Tinju Curie pulang ke serong kanan dengan cara: badan diputar kekiri ketika itu tangan kiri menyambut tinju, kaki kiri ditarik kebelakang dan lutut bertumpu pada tanah dan balik kanan berlutut.

D. Menangkis Tinju curie pulang ke serong kiri dengan cara: badan diputar kekiri ketika itu tanga kiri menyambut tinju dan lutut kanan bertumpu pada tanah dan kaki kiri tegak lutut.


4. Curie Kiri Berlutut
Menangkis dan menyambut pada waktu posisi curie kiri berlutut, kebalikan dari pada curie kanan berlutut.


Cara Menangkis Dan Menyambut Waktu Posisi Duduk

1. Serong Kiri Duduk Menangkis Kaki
Menangkis gayung kaki kiri, serong kiri pulang ke serong kanan dengan cara: Kaki kanan digayungkan pada waktu lawan menggayung hingga tiba pada pangkal paha kiri lawan dan ketika itu badan direbahkan kebelakang kaki kiri ditarik.

2. Serong Kanan Duduk Menangkis Kaki
Menangkis gayung kaki kanan, serong kanan pulang ke serong kiri denga cara: kaki kiri digayungkan pada waktu lawan menggayung hingga tiba pada pangkal kaki kanan lawan dan ketika itu badan direbahkan kebelakang dan kaki kanan ditarik.

3. Serong Kiri Duduk Menangkis Tangan Atau Kayu
Serong kiri pulang ke serong kanan dengan cara: kaki kanan digayungkan pada tangan yang memukul itu hingga tiba pada pangkal lengan lawan dan kaki kanan ditarik.

4. Serong Kanan Duduk Menangkis Tangan Atau Kayu
Serong kanan pulang keserong kiri dengan cara: kaki kiri digayungkan pada tangan yang memukul itu, hingga tiba pada pangkal lengannya dan kaki kanan ditarik




Bagian IV: Beladiri Pencak Silat Sunur - Pariaman - Sumatera Barat - Part 1



Kita kembali melanjutkan tentang Teknik beladiri pencak silat sunur ( Silek Tuo Minangkabau ), kita masuk kepada keterangan posisi berlutut, posisi duduk dan posisi berbaring

Ada 4 Bagian posisi
1. Bagian posisi tegak berdiri
2. Bagian posisi tegak berlutut
3. Bagian posisi tegak duduk
4. Bagian posisi tegak berbaring

Ada 3 Macam posisi
1. Serong = Serong kiri dan serong kanan
2. Bujur = Bujur kiri dan bujur kanan
3. Curie = Curie kiri dan curie kanan

Pada Bagian I, II dan III sebelumnya sudah disampaikan tentang Bagian Posisi Tegak Berdiri dan sekarang kita akan sampaikan poin ke 2 sampai poin 4




Bagian Posisi Tegak Berlutut
Pada bagian posisi tegak berlutut ini ada 2 macam yakni:

1. Serong yakni serong kiri dan kanan
2. Curie yakni curie kiri dan curie kanan

Masing - masing bentuk posisi tegak berlutut sama dengan bentuk posisi tegak berdiri, bedanya berdiri dengan berlutut.

Penjelasan:

A. Serong Kiri
Kaki kiri didepan tegak lutut dan kaki kanan dibelakang dan lutut bertumpu pada tanah dan bahu kanan mengarah kepada lawan

B. Serong Kanan
Kaki kanan didepan tegak lutut dan kaki kiri dibelakang lutut yang bertumpu pada tanah dan bahu kiri mengarah kepada lawan.

C. Curie Kiri
Kaki kiri didepan tegak lutut ( lawan dibelakang kita ), dan kaki kanan dibelakang serta bahu kiri mengarah kepada lawan dan pandangan mata kepada lawan melalui bahu kiri.

D. Curie Kanan
Kaki kanan didepan tegak lutut ( lawan dibelakang kita ), dan kaki kiri dibelakang lutut kanan yang bertumpu pada tanah, bahu kanan mengarah kepada lawan dan pandangan mata melalui bahu kanan.


Bagian Posisi Tegak Duduk
Pada bagian posisi ini juga ada 2 macam yakni sebagai berikut:

1. Serong yakni Serong kiri dan serong kanan
2. Curie yakni Curie kiri dan curie kanan

Penjelasan:

A. Serong Kiri
Pinggul duduk pada tanah, kaki kiri sedikit lurus kedepan dan kaki kanan tegak lutut dan kedua tangan bertumpu pada tanah.

B. Serong Kanan
Pinggul duduk pada tanah dan kaki kanan sedikit lurus kedepan sedangkan kaki kiri tegak lutut dan kedua tangan bertumpu pada tanah.

C. Curie Kiri
Kaki kanan sedikit lurus kearah lawan, badan miring dan bahu kiri kearah lawan sedangkan kaki kiri setengah terlipat dan kedua tangan bertumpu tanah, posisi lawan berada dibelakang dan pandangan mata kepada lawan.

D. Curie Kanan
Kaki kiri sedikit lurus kearah lawan, badan miring bahu kanan kearah lawan dan kedua tangan bertumpu pada tanah dan kaki kanan setengah terlipat dan lawan berada dibelakang, pandangan mata kepada lawan.


Bagian Posisi Tegak Berbaring
Pada bagian posisi ini cuma ada 1 macam saja yakni:

1. Serong yakni serong kiri dan serong kanan

Penjelasan:

A. Serong Kiri
Badan berbaring telentang, kaki kanan setengah terlipat dan kaki kiri lurus kearah lawan dan pandangan mata kepada lawan.

B. Serong Kanan
Badan berbaring telentang, kaki kiri setengah terlipat dan kaki kanan lurus kearah lawan dan pandangan mata kepada lawan.

Mengawali Bagian IV ini saya jelaskan tentang posisi, dan selanjutnya nanti saya akan jelaskan tentang menangkis dan memukul ketika kita berada pada posisi yang demikian, salam martial arts.



Bagian III: Beladiri Pencak Silat Sunur - Pariaman - Sumatera Barat - Part 3



Sambungan 35

Kita akan kembali melanjutkan postingan tentang Teknik Beladiri pencak silat sunur ini, yang sekarang kita masuk kedalam subjudul yang baru namun masih dalam Bagian III, tanpa basa - basi lagi mari kita langsung saja ke Tempat Kejadian Perkara.

Cara Melakukan Memukul dan Menangkis
1. Dengan tangan, Misalnya Sama - sama serong kiri dan selanjutnya


  1. A Meninju maju pulang ke serong dan B menangkis mundur, pulang ke serong kanan
  2. B  Memukul dengan tangan kanan maju pulang keserong dan A menyambut dengan kanan mundur pulang keserong
  3. A Maninju maju dengan kanan pulang kebujur dan B menangkis dengan kanan mundur pulang ke bujur kanan
  4. A menarik tangan kanan, meninju dengan kanan maju pulang keserong kiri dan B menyambut mundur pulang ke curie kanan
  5. A meninju dengan kanan maju pulang keserong kiri dan B menangkis badan diputar mundur pulang ke serong kanan
  6. B Meninju maju pulang ke serong kiri dan A menangkis berputar pulang ke curie kanan
  7. B Menarik tangan kanan, meninju dengan kanan maju pulang ke bujur kanan dan A menangkis berputar mundur pulang ke serong kanan.
  8. A meninju dengan kanan maju pulang ke serong kiri dan B menangkis mundur pulang ke serong kanan
  9. B meninju dengan kanan maju pulang ke bujur kiri dan A menangkis berputar dan meluncurkan kaki kiri melalui belakang kaki kanan kearah lawan meninju pulang ke curie kanan
  10. B meninju maju pulang ke serong kiri dan A menangkis maju pulang ke bujur kanan
  11. B meninju maju pulang ke serong kanan dan A menangkis mundur pulang ke serong kanan
  12. A Meninju maju pulang ke bujur kiri dan B menangkis berputar kekiri dan meluncurkan kaki kanan melalui depan kaki kiri pulang ke curie kanan
  13. A meninju maju pulang ke serong kanan dan B menangkis berputar kekanan mundur pulang ke serong kanan
  14. B meninju maju pulang ke serong kiri dan A menangkis mundur pulang keserong kiri
  15. A meninju maju pulang ke serong kanan dan B menangkis mundur pulang keserong kanan
  16. A meninju kaki kiri terangkat ketika ditangkis B kaki kiri dikembalikan pada posisi semula dan B menangkis badan diputar kekiri, kaki kiri diangkata dan diluncurkan melalui belakang kaki kanan kearah lawan, ketika itu tangan kanan ditinjukan pada lawan. Pulang ke curie kanan dan A ketika itu menangkis tinju B dengan tangan kanan serong kanan pulang ke bujur kanan
  17. Dapat dilanjutkan dengan cara berganti ganti, misalnya satu - satu atau dua - dua yang penting diingat adalah langkah jangan sampai salah.

Cara Melakukan Memukul dan Menangkis Dengan Tangan dan Kaki Pada Waktu Posisi Berdiri
Misalnya: Pertama sama - sama posisi serong kiri
  1. A menggayung dengan kanan dan B menyambut dengan tangan, serong kiri pulang ke bujur kiri
  2. A meninju dengan kanan kaki ditarik pulang keserong kiri dan B menangkis dengan tangan kanan bujur kiri pulang ke serong kiri
  3. B menggayung dengan kanan dan A menyambut dengan tangan, serong pulang pulang kebujur kiri, posisi kaki tidak berubah
  4. B meninju dengan kanan kaki ditarik pulang keserong kiri dan menyambut dengan tangan kanan pulang ke serong kiri
  5. A menggayung dengan kanan dan B menyambut dengan tangan, berputar kekanan pulang ke curie kiri
  6. A meninju dengan kanan dan kaki ditarik pulang ke serong kiri, B menyambut dengan tangan kanan berputar kekanan pulang kebujur kanan
  7. B menggayung dengan kiri dan A menyambut dengan tangan berputar pulang ke curie kiri
  8. B meninju dengan kanan kaki ditarik pulang ke serong kanan dan A menyambut dengan tangan kanan, pulang ke bujur kanan
  9. B menggayung dengan kiri dan A menyambut dengan siku kanan dengan cara memukulkan siku dari atas kebawah dan mundur pulang ke serong kiri
  10. A menggayung dengan kanan dan B menyambut dengan tangan berputar kekanan pulang kecurie kiri
  11. A meninju dengan kanan dan kaki kanan ditarik kembali pulang keserong kiri dan B menyambut dengan tangan kanan berputar kekanan pulang ke bujur kanan
  12. A menggayung dengan kaan dan ditarik kembali pulang ke serong kiri dan B menangkis dengan siku kanan dengan cara memukulkan siku kebawah mundur pulang keserong kiri
  13. A menggayung dengan kiri dan ditarik kembali pulang keserong kanan dan B menangkis dengan siku dengan cara siku dipukulkan kebawah dan kaki kanan diangkat dan badan domiringkan kekiri dan dimiringkan kekanan dan tangan kiri dipukulkan pada kaki lawan dan kaki kanan dilangkahkan kedepan ketika itu tangan kanan ditinjukan pada lawan
  14. A menyambut dengan tangan tinju, B pulang kebujur kanan dan B menarik tinjunya pulang keserong kanan
  15. A memukul dengan tangan kanan maju pulang keserong kiri dan B menangkis dengan cara memukul dengan tangan kanan mundur pulang keserong kiri
  16. B meninju dengan kanan maju pulang keserong kanan dan A menangkis dengan tangan, mundur pulang keserong kanan
  17. A menggayung dengan kiri dan ditarik kembali pulang keserong kanan dan B menangkis dengan cara kaki kiri diangkat dan badan diputar kekiri selanjutnya kaki kiri diluncurkan melalui belakang kaki kanan, kearah lawan, ketika itu tangan kanan ditinjukan pada lawan dan B harus menyambut tinju A ketika itu dengan tangan kanan pulang ke bujur kanan
  18. A meninju dengan kanan maju pulang keserong kiri dan B menyambut dengan tangan pulang ke bujur kanan
  19. A menggayung dengan kanan dan menarik kembali pulang keserong kiri dan B menangkis dengan siku dengan cara dipukulkan dari atas kebawah mundur pulang keserong kiri
  20. B menggayung dengan kanan dan A menangkis dengan cara tangan kanan dipukul pada pangkal paha dari arah kiri ketika itu kaki kanan diangkat badan domiringkan kekiri dan kekanan ketika itu kaki kanan dilangkahkan kedepan dan B ketika itu menarik kaki kanannya dan berputar kekiri pulang kecurie kiri
  21. A meninju dengan kanan kaki tetap pada posisinya dan B menyambut dengan tangan, mundur kebelakang pulang keserong kanan
  22. B menggayung dengan kiri dan A menyambut dengan tangan, bujur kanan pulang ke bujur kiri dengan cara: ketika digayung, B tangan kiri diayunkan dari arah kiri dengan maksud menyambut kaki B, ketika badan diputar kekanan dan kaki kiri dilangkahkan kedepan, kaki B dalam keadaan tersambut dan tangan kanan berada diatas punggung kaki, B dan badan dimiringkan kekanan
  23. B Meninju dengan kanan kaki ditarik pulang keserong kanan dan A menangkis dengan tangan kanan mundru pulang keserong kanan
  24. A menggayung dengan kiri dan ditarik kembali serong kanan pulang keserong kanan dan B menangkis dengan dua tangan, bujur pulang kebujur dengan cara: kedua tangan terbentang kedepan sedikit serong, disebut gunung, ketika digayung kedua tangan dipukulkan pada kaki itu, dari arah kiri kekanan, ketika itu badan diputar kekanan kaki kiri dilangkahkan kedepan dan kedua tangan berada didepan dada membuat sungai pagu
  25. A menggayung dengan kiri dan B menangkis dengan cara memukul pangkal paha kiri, A dari arah samping kiri dengan tangan kiri dan tangan kanan dipukulkan pada dada B
  26. B menangkis pukulan tangan kananA dengan cara: memukul dari bawah samping kanan kekiri atas dan kaki kiri ditarik kembali dapat dilanjutkan asal dalam balabek.

Petatah dan Petitih
Petatah adalah kata hukum
Petitih adalah kata sindiran

( saya tulis dalam bahasa penulis "daerah Sumatera Barat" )

Dalam baris jo balabeh 
Didalam gupak jo gantang
Didalam adat jo pusako
Satitiak indak buliah hilang
Sabari bapantang lupo

Nan bagaris nan bapahek
Nan batakuak nan batabang
Nan bauco nan baangah
Nan batiru nan dituladan

Pipik parit tabang kapinang
Tabangnyo duo - duo
Satitiak aie dalam pinang
Tampek bamain ikan rayo

Alang tabang bamingkuto
Rajo bajalan badaulat
Alang kapalang bakato - kato
Tiok kato ado kalimat

Petatah dan Petitih diatas menutup Materi pada bagian ke III ini.